15 Okt 2022

 

Hikmah Tersembunyi dari Kesabaran

Suatu hari, Rasulullah saw bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Ketika bercakap-cakap dengan Rasulullah saw, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar, dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah saw. Melihat hal ini, Rasulullah saw tersenyum.

lukisan-pemandangan-alam-gunung

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah saw kembali memberikan senyum. 

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. 

Seketika itu, Rasulullah saw beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah saw yang sudah sampai halaman rumah.

Kemudian Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku.”

Rasulullah saw menjawab, “Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat engkau tenang, diam dan tidak membalas. Aku bangga melihat engkau sebagai orang yang kuat menghadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan serta memohonkan ampun untukmu kepada Allah Ta‘ala.

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. 

Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan kau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan denganmu, dan aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.”

Setelah itu, menangislah Abu Bakar tatkala diberitahu ihwal rahasia kesabaran; bahwasanya kesabaran itu adalah kemuliaan yang terselubung.


(Dicuplik dari “Kitab Sejarah Khalifah Abu Bakar Siddiq ra” karya Syaikh S. Al-Mubarakfury.)


Share:

1 komentar:

  1. Sabar, mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Maka org yg sabar adl org saleh & jempolan, hehee!

    BalasHapus