Puisi Sebagai Teks Sastra


puisi, teks puisi, puisi sebagai teks sastra, Blog Dofollow


Ciri utama karya sastra terletak pada rancang bangun teksnya. Jika dalam prosa unsur kesastraannya terletak pada cara penyajian bahan kisahan/cerita yang dikisahkan, puisi sebagai teks sastra terbentuk dari bahasa sehari-hari yang mengalami penanganan khusus.

Dengan demikian ketika teks puisi dihadapkan pada pembaca, akan terlihat kekhasannya yang amat menonjol. Apa saja itu? Mari cermati hal-hal berikut:

1. Teks puisi menggunakan bahasa yang puitis. Ini berarti bahasa dalam teks puisi mendapat perlakuan berbeda ketika dikonstruksikan menjadi unsur-unsur pembangun teks tersebut. Kalimat, frasa dan kata dalam teks puisi seringkali mengalami penyimpangan bilamana dibandingkan dengan penggunaannya dalam situasi bahasa komunikasi biasa.

2. Teks puisi menjadi kendaraan bagi penyair (sebagai orang di luar teks) untuk mengungkapkan perasaan, pemikiran, pendapat, pengamatan, lukisan suatu tempat dan peristiwa tertentu, dan bahkan filsafat serta keyakinannya. Penyair, sebagai orang di luar teks puisi, memanfaatkan subjek lirik/aku-lirik (juru bicara dalam teks puisi) untuk mewartakannya.

3. Teks puisi menunjukkan ciri-ciri kebahasaan lainnya seperti penggunaan metafora, rima, pola sintaksis tersendiri.

4. Teks puisi cenderung tidak menggunakan bahasa yang lugas dan objektif, tetapi lebih memilih bahasa yang berperasaan (mengandung muatan emosi tertentu) dan subjektif yang berdasarkan pemilihan bahasa bercita-rasa personal. Kerap kita mendengar bahasa dalam puisi adalah bahasa khas penyairnya.

5. Teks puisi dari segi penyajiannya lebih dominan berada dalam situasi bahasa monolog. Ini berarti dalam sebuah teks puisi selalu hadir satu juru bicara/pencerita yang membawakan seluruh teks (sering disebut sebagai subjek lirik/aku-lirik).

6. Teks puisi tidak terlalu mementingkan perkembangan peristiwa di seputar satu atau dua tokoh pelaku sebagaimana bisa ditemukan dalam teks naratif dan teks dramatik. Bila dalam prosa dan drama adanya ruang (dunia ciptaan) dan waktu (jalannya peristiwa dialami tokoh cerita) menjadi faktor mutlak yang harus ada demi pengembangan tema, maka dalam teks puisi ruang, waktu dan lakuan dipakai untuk membentuk kerangka struktur pengungkapan perasaan.

Tentu saja masih ada hal-hal lain yang bisa ditelaah lagi berkaitan dengan puisi sebagai teks sastra. Jika Anda telah menemukannya, mari berbagi ilmu bersama. Semoga dapat memberikan manfaat yang berguna.

* ilustrasi dari SINI

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

0 Comments:

Posting Komentar

  •  

    Muhammad Ichsan Copyright © 2009 LKart Theme is Designed by Lasantha