Menarik dan Mengenali Tipe Pembaca Tulisan Anda


Apa jadinya tulisan Anda tanpa pembaca? Lalu, bagaimana pula cara termudah agar apa yang Anda tulis menarik minat pembaca? Mari kita diskusikan bersama.

Ketika Anda menulis, tentunya Anda telah melakukan proses selektif mengenai subjek/pokok bahasan apa yang hendak dikemukakan. Selanjutnya, Anda pun mulai memberikan perhatian khusus sewaktu menguraikan, memberikan penjabaran yang tepat agar tema pokok yang terkandung dalam karya tulis tersebut diharapkan bisa diterima, dimengerti, dan pembaca merasa ada ”sesuatu yang bermakna dengan nilai guna tertentu” yang mereka dapatkan setelah melalui aktivitas membaca. Dalam konteks ini, jelas sekali terlihat adanya hubungan yang mendekatkan jarak antara diri Anda sebagai penulis dengan pembaca, yang tentu saja dijembatani oleh karya tulis Anda. Ulasan berikut ini mencoba memberi penjelasannya.


Menarik minat dengan memenuhi harapan pembaca

”If you expect to have a reader, then it is only fair to remember that the reader can have some expectations of you,” wrote Jim W. Corder.
Bilamana Anda berharap mendapatkan pembaca (untuk karya tulis Anda), pantas untuk diingat bahwa pembaca tersebut boleh memiliki sejumlah harapan (bisa mendapat hal-hal yang bermanfaat) dari Anda.

Pendapat di atas jelas ingin menunjukkan sebagai penulis bahwa tugas utama Anda adalah mampu memenuhi harapan pembaca. Sebagaimana diri Anda yang tak mau menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang sepele dan tidak memberikan manfaat, tetapi sebaliknya selalu bersedia berkonsentrasi pada sesuatu hal yang berfaedah; maka tak pelak lagi hal ini juga berlaku sama pada diri pembaca.

Pembaca membaca tulisan Anda karena berharap mendapat pengalaman baru, tambahan ilmu pengetahuan, dan juga hiburan bagi jiwanya. Entah itu melalui tulisan Anda dalam bentuk karya fiksi, esai, opini yang mengungkapkan pendapat pribadi mengenai suatu persoalan, petunjuk melakukan suatu pekerjaan/hobi, ataupun catatan perjalanan. Pembaca akan bersedia menyimak penuturan Anda dalam tulisan jika ia mengetahui tema yang dibahas sesuai dengan minat dan menarik perhatiannya. Pembaca sudi berlama-lama mencermati uraian Anda jika ia melihat ada ketulusan dan kejujuran yang terpantul kembali melalui karya tulis Anda. Pembaca merasa tidak dibohongi oleh Anda karena kelalaian Anda mendramatisir sesuatu tidak pada tempatnya. Anda juga telah menyadari bahwa karya tulis yang disajikan adalah sebuah testimoni, yang sebelumnya pernah Anda alami, pelajari dan pertimbangkan dengan seksama.

“When you write about a subject, your writing is testimony that you have experienced the subject in some way, learned it in some way, thought about  it in some way.”

Mengenali tipe pembaca

Memberikan pengalaman berharga, ilmu pengetahuan ekstra, menghibur, dan mendapat sebuah testimoni jujur dari penulisnya merupakan harapan utama pembaca kepada Anda, tentunya sudah kita pahami bersama dari uraian di atas.

Selanjutnya, kita akan membahas bagaimana mengenali tipe pembaca tulisan Anda. Hal ini penting dibicarakan, sebab selain bisa membuat Anda mampu merancang poin-poin yang mau dipaparkan ke dalam karya tulis, Anda juga dapat mengantisipasi dalam bentuk tanggapan yang pantas ketika Anda mendapati pembaca tulisan yang ”unik”.

Dua hal utama mesti diingat saat mengenali tipe pembaca tulisan Anda. Yaitu berhubungan dengan minat dan latar belakang diri pembaca itu sendiri, sebagaimana dipaparkan di bawah ini:


1. Fans berat Anda

Pembaca jenis ini.. Astaga! Ia sangat menyukai Anda. Mengapa? Ia memiliki kesamaan minat atau perhatian terhadap subjek yang Anda kemukakan dalam tulisan. Ia seperti bersua dengan saudara kandung sendiri yang sebelumnya terpisah lama, dan tentu saja tak mau kehilangan barang sejenak pun untuk mencermati segala curahan perasaan dan pikiran dalam tulisan Anda. Jika Anda menemui tipe pembaca seperti ini, Anda mesti bersyukur. Kefanatikan pembaca untuk menggemari karya tulis Anda bukan hanya disebabkan alasan minat yang sama saja, tetapi ia juga memiliki latar belakang kedirian yang sama pula seperti Anda. Entah itu latar belakang sosial, pendidikan, pengalaman langsung atau hal-hal yang serupa ditemukannya pada diri Anda terproyeksi melalui tulisan yang sedang dibacanya. Jika ia berjumpa langsung dengan Anda, dijamin Anda akan dibikin repot karena harus memberikan tanda tangan mulai dari di atas selembar kertas yang disodorkannya, atau mungkin di kulit pipi dan dahinya sendiri. Luar biasa betapa pembaca tipe ini begitu terpesona dengan diri Anda. Beruntunglah dan segeralah jalin persahabatan yang erat dengannya. Jangan pernah sekalipun putus kontak dengannya, dan Anda harus intens berkomunikasi dengannya sebab siapa tahu melalui obrolan-obrolan ringan bisa didapat pencerahan baru yang berarti demi pengembangan minat yang sama.


2. Pembaca yang berbeda minat tetapi berlatar-belakang sama

Mengenali pembaca bertipe ini sangat mudah, yakni melalui respon yang diberikannya. Misalnya, Anda menulis opini tentang persoalan politik karena Anda sangat memahaminya. Ia membaca tulisan tersebut. Lalu, acuh tak acuh menanggapi dengan berkata:

”Saya tidak suka politik. Politik itu busuk! Saya suka yang harum-harum, misalnya semerbak aroma makanan yang menggiurkan. Makanya, saya lebih suka makan daripada politik. Sebab, setelah makan saya merasa kenyang dan mengantuk. Bisa tidur dan melepaskan segala kepenatan seharian. Tapi, setelah mencermati persoalan politik perut saya jadi lapar dan pandangan berkunang-kunang.”

Lalu, Anda memancing pendapatnya lebih jauh, ”Lho, kok, bisa gitu?”

”Anda jangan banyak tanya lagi. Saya cukup lama mempelajari ilmu politik baik itu di pendidikan formal maupun praktik langsung. Saya sudah bosan dengan politik, Anda tahu?! Sebaiknya, kalau mau menarik perhatian saya dengan tulisan Anda, lebih bagus Anda menulis subjek kuliner saja.”

Menghadapi pembaca tipe ini, jika ingin tetap berusaha mendapat perhatiannya Anda harus mampu menulis sesuatu yang diminatinya saja.


3. Pembaca dengan alasan khusus berminat sama

Tipe pembaca seperti ini bisa Anda kenali dengan tanggapannya yang menunjukkan antusiasme, rasa penasaran ingin mengetahui lebih dalam terhadap pokok bahasan yang sedang dikemukakan. Misal, Anda menulis ulasan yang berhubungan dengan apresiasi karya fiksi. Ia menyimak tulisan Anda, mencermati pembahasan dengan penuh perhatian. Lalu, ia memberikan tanggapan positif bahwa ia tertarik mempelajari soal penulisan karya fiksi sekaligus cara mengapresiasinya. Ia juga tak sungkan-sungkan bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi, dan secara jujur mengatakan ia sangat tertarik tetapi belum memiliki cukup ilmu pengetahuan penunjang.

Berjumpa pembaca tipe ini, sungguh bijaksana sekali bila Anda tidak ”pelit ilmu” berbagi dengannya. Berikan penjelasan dengan tepat. Jangan jelaskan dengan menggunakan ”bahasa langit” yang membuat dahinya berkerut. Tundukkan ego pribadi yang mungkin telah menggoda Anda agar bersikap ”pedantic” atau memamerkan keilmuan yang dimiliki. Ada baiknya berbicara melalui bahasa yang dapat dengan mudah ia pahami. Bukankah ia adalah pembaca tulisan Anda yang antusias? Bijaksanalah.


4. Pembaca bertipe ”Sosok Yang Lain”

Pembaca tipe ini biasanya tidak tertarik dengan apapun yang Anda kemukakan melalui tulisan. Hal ini disebabkan ia tak memiliki minat yang sama dengan Anda, dan juga mungkin latar belakang kediriannya sangat berbeda dengan Anda.

Sederhana saja menanggapinya. Katakan terus terang tapi sopan bahwa Anda menulis bukan hanya ditujukan khusus untuk dirinya. Anda menulis karena niat berbagi pengetahuan, menjalin persahabatan dengan siapa saja yang mau mendalami soal yang ada dalam paparan karya tulis Anda.


5. Pembaca yang berpandangan kontradiktif

Cirinya mudah dikenali, yakni selalu menunjukkan sikap bertentangan dengan Anda. Bahkan secara ekstrim, mulai bersikap ”antagonistic”. Menghadapinya lebih baik dengan cara tegas tetapi cerdas. Sebab, pembaca tipe ini sebenarnya sedang bermasalah dengan emosinya sendiri, dan biasanya ingin mendapat pengakuan diri sekalipun sikapnya tak layak. Jadi, setiap argumentasinya yang cenderung ingin menyatakan sikap ”berseberangan” dengan Anda, Anda tidak boleh emosional namun usahakan tetap rasional, berpikir jernih melihat kelemahan proposisi yang diungkapkannya. Komentari dengan urutan pemikiran yang runut, logis dan mengungkapkan kelalaiannya dalam berpendapat. Penyebab sikap bertentangan pembaca tipe ini dengan Anda tentunya juga karena berlainan latar belakang kedirian dan minat.

Demikian uraian sederhana yang bisa saya bagikan kepada Anda sebagai sahabat dan sesama penulis. Salam kreativitas dan semoga apa yang saya tuliskan ini memberikan faedah. (M.I)


(*) Bacaan lebih lanjut : CONTEMPORARY WRITING –Process and Practice, Jim W.Corder, 1979, Texas Christian University,  Scott, Foresman and Company.

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

0 Comments:

Posting Komentar

  •  

    Muhammad Ichsan Copyright © 2009 LKart Theme is Designed by Lasantha