Tiga Cerita Humor


Kemampuan humor untuk meredakan ketegangan tentu tak diragukan lagi. Humor yang menggelitik pembacanya melalui kekuatan ekspresi yang polos juga berfungsi meringankan tekanan psikologis yang dirasa.

Berikut ini ada tiga cerita lucu yang mudah-mudahan bisa menghibur Anda. Satu cerita bersumber dari pengalaman pribadi saya sendiri, dan dua lainnya adalah lelucon hasil terjemahan yang aslinya berbahasa Inggris (dimuat dalam Laughter, the Best Medicine - Reader Digest, May 1994). Penambahan judul dan penyesuaian hasil terjemahan dimaksudkan untuk memudahkan pembaca agar dapat merasakan sifat menghibur dari cerita humor tersebut.


1. Mengharap Kepedulian yang Sama

Saya mempunyai seorang anak didik yang sulit berkonsentrasi ketika belajar. Ada saja yang dapat mengalihkan pikirannya. Peristiwa ini terjadi saat saya mengajarnya di rumah - belajar secara privat.

“Ayo, coba lihat apa maksud pertanyaannya,” kata saya mencoba mengembalikan konsentrasinya. “Kamu lagi lihat apa, tuh?!”

Ia menoleh pada saya, “Lagi lihat ikan-ikan dalam akuarium, pak!”

“Tapi, kan, ikan-ikan itu nggak mau lihat kamu?” saya memancing pendapatnya, “Kenapa pula harus dilihat terus-menerus?”

“Siapa tahu nanti mereka juga lihat kami, pak!” katanya sambil tersenyum pada saya dengan wajah polosnya. Saya pun tergelak seketika.

Saya jadi teringat sebaris puisi karya Emily Dickinson : “Hope’s the things with feathers that perces in the soul.”

Ya, harapan bagaimanapun juga selalu bisa membuat orang sabar menanti. Sekalipun terkadang apa yang ditunggunya dalam penantian penuh gejolak rasa dalam dada itu adalah sesuatu yang mustahil.


2. Mirip Sekali Gambarnya, Ma!

Kepolosan seorang anak dalam menyatakan pikiran dan perasaan selalu menarik, menggelitik dan tak jarang membuka terang-terangan “hal-hal yang dirahasiakan” orang-orang dewasa terdekatnya, seperti cerita berikut ini:

Sewaktu meninggalkan lobi hotel yang menjadi langganan tempat kami menginap, anak lelaki kami yang berusia tiga tahun melirik ke bawah. Ia melihat logo hotel tertera pada alas kaki depan pintu.

“Hey!” serunya pula. “Itu juga ada pada handuk-handuk kita di rumah!”

(Diterjemahkan dengan penyesuaian dan penambahan judul dari cerita humor kiriman Sandra Newman - Bentley, yang dimuat di Reader Digest Edisi May 1994)


3.  Selalu Ada Gantinya!

“Menakjubkan! Menempatkan seekor singa dan seekor monyet dalam kandang yang sama,” kata seorang pengunjung di kebun binatang kecil. “Bagaimana mereka bisa akrab begitu?”

“O, itu seperti biasanya,” jawab penjaga kebun binatang itu, “Terkadang singa dan monyet itu berselisih paham, dan kami harus mendapatkan seekor monyet baru lagi untuk menggantikannya.”

(Diterjemahkan dengan penyesuaian dan penambahan judul dari cerita humor kiriman Ohio Motorist, yang dimuat di Reader Digest Edisi May 1994)

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

0 Comments:

Posting Komentar

  •  

    Muhammad Ichsan Copyright © 2009 LKart Theme is Designed by Lasantha